KONSEP DASAR DAN TEORI MEMBACA
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Bahasa
Indonesia
Dosen Pengampu:
Elis Siti Julaihah, S.S., M.A.
Disusun Oleh
Nama :
Eli Eliana
NPM : 13.07.0432
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS
-JAWA BARAT
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Tuhan Azza Wajalla yang telah
melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “ Konsep Dasar dan Teori Membaca”.
Shalawat beserta salam semoga selamanya tetap tercurah limpahkan kepada
junjungan Nabi Muhammad SAW karena beliaulah yang membawa kita dari alam
kebodohan menuju alam yang penuh dengan pengetahuan.
Salah satu tujun dalam penulisan makalah ini adalah guna memenuhi tugas
mata kuliah “Bahasa Indonesia 1” Penulis menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Kerena itu, saran dan kritik
maupun sumbangan pikiran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan isi makalah
ini sangat penulis harapkan.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua
golongan. Amiin.
Wassalamu’alaikum wr. Wb.
Ciamis,
Pebruari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1 Latar
Belakang.......................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah .................................................................................... 1
1.3 Tujuan
Masalah......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN MASALAH................................................................ 3
2.1 Hakikat
membaca...................................................................................... 3
2.2 Tujuan
membaca........................................................................................ 4
2.3 Fungsi
membaca........................................................................................ 7
2.4 Teori
membaca......................................................................................
11
BAB III PENUTUP............................................................................................. 13
3.I
Kesimpulan...........................................................................................
13
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang
Membaca merupakan salah satu kegiatan yang
mengasikkan dan bermanfaat. Untuk anak-anak, membaca merupakan saat-saat paling
penting bagi anak untuk mendapatkan informasi. Membaca bisa memberikan
pengalaman sendiri bagi anak-anak. Jika kebiasaan membaca sudah terbentuk,
tidak jarang, maka keinginan untuk belajar membaca pun muncul dari diri mereka
sendiri.
Menurut Crawley dan Mountain (dalam Farida
Rahim; 2008:2) membaca pada hakikatnya merupakan suatu yang rumit yang
melibatkan banyak hal, tidak hanya melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan
aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses
visual membaca merupakan proses menerjemahkan kata (huruf) kedalam kata-kata
lisan. Sebagai suatu proses berpikir
,membaca mencakup aktivitas pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi,
membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata bisa berupa aktivitas
membaca kata-kata dengan menggunakan kamus.
Membaca kini sudah mulai ditinggalkan oleh
anak-anak. Mereka lebih gemar bermain dibandingkan bila mereka disuruh untuk
membaca. Mereka juga lebih senang bermain permainan yang menggunakan interaksi
dibandingkan bila mereka diharuskan untuk membaca cerita bergambar dan teks
saja. Padahal dengan membaca, seseorang
tidak hanya dapat menambah pengetahuan melainkan dapat meningkatkan kualitas
hidupnya, yaitu dengan membaca cerita-cerita yang berisi banyak nilai-nilai
moral untuk kehidupan mereka. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas
materi yang berhubungan dengan membaca.
1.2Rumusan masalah
a.
Apa hakikat membaca?
b.
Apa saaja tujuan membaca?
c.
Apa saja fungsi membaca?
d.
Apa saja teori membaca?
1.3Tujuan penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
Bahasa Indonesia 1 yang berjudul “konsep dasar dan teori membaca”
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
a)
Untuk mengetehui apa hakikat membaca.
b)
Untuk mengetahui tujuan membaca.
c)
Untuk mengetahui fungsi membaca.
d)
Untuk mengetahui teori membaca.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Hakikat Membaca
Menurut Crawley dan Mountain (dalam Farida
Rahim; 2008:2) membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan
banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan
aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses
visual membaca merupakan proses menerjemahkan kata (huruf) kedalam kata-kata
lisan. Sebagai suatu proses berpikir
,membaca mencakup aktivitas pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi,
membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata bisa berupa aktivitas
membaca kata-kata dengan menggunakan kamus.
Proses membaca itu sebenarnya tak ubahnya
dengan proses ketika seseorang sedang berpikir dan bernalar. Dalam proses
membaca ini terlibat aspek-aspek berpikir seperti mengingat, memahami,
membeda-bedakan, membandingkan, menemukan, menganalisis, mengorganisasi, dan
pada akhirnya menerapkan apa-apa yang terkandung dalam bacaan. Bukankah ini
melibatkan tipe-tipe berpikir konvergen
(deduktif), divergen (induktif), dan tipe abstrak? untuk inilah dalam
membaca diperlukan potensi yang berupa kemampuan intelektual yang tinggi.
Keterlibatan pembaca dengan teks tergantung pada konteks. Jadi suatu teks yang
dibaca seseorang harus mudah dipahami (readabl) sehingga terjadi
interaksi antara pembaca dan teks.
Dari
segi linguistik membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan
sandi, berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan
penyandian. Kebanyakan ahli beranggapan bahwa membaca itu merupakan suatu
proses yang kompleks yang meliputi pemahaman makna, interpretasi makna, reaksi
pembaca, serta penerapannya terhadap kehidupan. Selanjutnya, dikatakan bahwa
membaca itu merupakan proses yang aktif yang meminta setiap orang mengerti akan
makna, dan membawa setiap idenya dalam kehidupan. Dengan demikian, setiap
lambang akan memberi makna secara cepat sesuai dengan pola penulisan dan
pengalaman serta inteligensi dan kebiasaan pembaca.
Menurut Hafni (dalam Tarigan; 2008:7)
pemahaman membaca sebagai suatu istilah sangat beragam. Di dalam konteks
belajar mengajar, membaca dipandang sebagai proses menuju pemahaman dan sebagai
produk yang dapat diukur. Sementara itu menurut Tarigan (1985) membaca
merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk
memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata atau
bahasa tulis. Membaca merupakan suatu proses dinamis untuk rekonstruksi suatu
pesan yang secara grafis dikehendaki oleh penulis. Dalam pendekatan Buttom-Up,
membaca sebagai proses dekoding berbagai simbol tertulis kedalam berbagai
ekuivalen menurut Goodman (dalam Tarigan; 2008:8).
Berdasarkan hakikat membaca tersebut,
ternyata membaca merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Pada saat
membaca, anak harus:
Ø
Merasakan perangkat simbol pada teks bacaannya (aspek sensoris).
Ø
Menginterpretasikan apa yang dilihatnya (aspek perspektual).
Ø
Mengikuti pola-pola linear, logika, dan tata bahasa kata-kata yang ditulis
(aspek urutan).
Ø
Menghubungkan kata-kata kembali kepada pengalaman-pengalaman langsung agar
bisa memberi makna pada kata-kata yang ada (aspek pengalaman).
Ø
Melakukan inferensi dan mengevaluasi materi (aspek berfikir).
Ø
Mengingat apa yang telah dipelajari sebelumnya dan memasukan fakta-fakta
dan ide-ide baru (aspek pembelajaran).
2.2
Tujuan Membaca
Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena
seseorang yang membaca dengan suatu tujuan, cenderung lebih memahami
dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai tujuan. Dalam kegiatan membaca
di kelas, guru seharusnya menyusun tujuan membaca dengan menyediakan tujuan
khusus yang sesuai atau dengan membantu mereka menyusun tujuan membaca siswa
itu sendiri. (Farida Rahim; 2008:11)
Tujuan membaca mencakup:
a)
Kesenangan.
b)
Menyempurnakan membaca nyaring.
c)
Menggunakan strategi tertentu.
d)
Memperbarui pengetahuannya tentang suatu topic.
e)
Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya.
f)
Memperoleh informasi untuk laporan lisan
atau tertulis.
g)
Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi.
h)
Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan formasi yang diperoleh
dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks.
i)
Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik. Menurut Blanton (dalam Farida
Rahim; 2008:11).
Membaca penting dalam kehidupan masyarakat
yang semakin kompleks, setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca.
Dalam melakukan kegiatan membaca tersebut, tentu dengan tujuan berbeda-beda.
Orang membaca peringatan dan rambu-rambu di jalan untuk mengarahkan ia sampai
pada tujuannya, menginformasikan bahaya di jalan dan mengingatkan aturan-aturan
lalu lintas. Dengan demikian, orang membaca dengan berbagai tujuan yaitu:
1) Untuk memperoleh perincian-perincian atau
fakta-fakta atau informasi yang ia butuhkan (reading for detail or facts).
2) Untuk memperoleh ide utama dari apa yang
dibacanya (reading for main ideas).
3) Untuk mengetahui urutan atau susunan tentang
sesuatu (reading for sequenc or organization).
4) Untuk menyimpulkan dari apa yang dibacanya
itu (reading for inferenc).
5) Untuk mengklasifikasikan (reading to
classify).
6) Untuk
menilai atau mengevaluasi (reading to evaluate).
7) Untuk membandingkan atau mempertentangkan (reading
to compare or contrast).
8) Untuk memperoleh kesenangan dan sebagainya.
Berkaitan dengan tujuan membaca ada
tujuh tujuan utama dalam membaca:
1)
Untuk memperoleh informasi untuk suatu
tujuan atau merasa penasaran tentang suatu topik.
2)
Untuk memperoleh berbagai petunjuk tentang cara melakukan suatu tugas bagi
pekerjaan atau kehidupan sehari-hari (Misalnya: mengetahui cara kerja alat-alat
rumah tangga).
3)
Untuk berakting dalam sebuah drama, bermain game, menyelesaikan teka-teki.
4)
Untuk berhubungan dengan teman-teman dengan surat menyurat atau untuk
memahami surat-surat bisnis.
5)
Untuk mengetahui kapan dan dimana sesuatu akan terjadi atau apa yang
tersedia.
6)
Untuk mengetahui apa yang sedang terjadi atau telah terjadi (sebagaimana
dilaporkan dalam koran, majalah, laporan).
7)
Untuk memperoleh kesenangan atau hiburan.
Sedangkan tujuan utama pengajaran membaca di
MI adalah mengantarkan siswa agar terampil membaca dan memiliki budaya baca
yang tinggi. Apabila siswa sudah teramapil membaca mereka dengan mudah akan
mencernati isi bacaan, memperoleh informasi, pengalaman, dan memiliki sejumlah
kosa kata yang tepat pada bacaan tersebut. Lebih jauh akan dapat kita ketahui,
apabila sudah terampil membaca diharapkan akan dapat menguasai semua mata
pelajaran yang ditempuhnya yang berarti.
2.3
Fungsi Membaca
Setiap guru
bahasa haruslah menyadari serta mamahami benar bahwa membaca adalah
suatu keterampilan yang kompleks, yang rumit, yang mencakup atau melibatkan
serangkaian keterampilan-keterampilan yang
lebih kecil. Sebagai garis besarnya, terdapat dua aspek penting dalam
membaca, yaitu: Keterampilan yang bersifat mekanis (mechanical skills)
yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order).
Keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dapat
dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi (higher order).
Untuk mencapai tujuan yang terkandung dalam
keterampilan mekanis (mechanical skills) tersebut, aktivitas yang paling
sesuai adalah membaca nyaring, membaca bersuara (atau reading aloud;oral
reading). Untuk keterampilan pemahaman (comprehension
skills), yang paling tepat adalah dengan membaca dalam hati (silent
reading). Setiap guru bahasa haruslah dapat membantu serta membimbing para
pelajar untuk mengembangkan serta meningkatkan keterampilan-keterampilan yang
mereka butuhkan dalam membaca bacaan. Usaha yang dapat dilaksanakan untuk
meningkatkan keterampilan membaca itu, antara lain:
Guru dapat menolong para pelajar memperkaya
kosa kata mereka dengan jalan:
1)
Memperkenalkan sinonim kata, antonim kata, parafrase, kata-kata yang
berdasar sama.
2)
Memperkenalkan imbuhan, yang mencakup awalan, sisipan, dan akhiran.
3)
Mengira-ngira atau merekam makna
kata dari konteks atau hubungan kalimat.
4)
Kalau perlu, menjelaskan arti sesuatu kata abstrak dengan mempergunakan
bahasa daerah atau bahasa ibu pelajar.
5)
Guru dapat membantu para pelajar untuk memahami makna struktur-struktur
kata, kalimat, dan sebagainya dengan cara-cara yang telah dikemukakan di atas,
diserta latihan seperlunya.
6)
Kalau perlu guru dapat memberikan serta menjelaskan kawasan atau pengertian
kiasan, sindiran, ungkapan, pepatah, dan lain-lain dalam bahasa daerah atau
bahasa ibu pelajar.
7)
Guru dapat menjamin serta memastikan pemahaman para pelajar.
8)
Guru dapat meningkatkan kecepatan membaca para pelajar. (Farida Rahim,
2008).
Menurut (Nurhadi; 2004:57) setiap orang
berbeda kemampuan dalam membaca. Ada pembaca yang baik dan ada pembaca yang
buruk. Dilihat dari tingkat kemampuan membacanya, ada tiga golongan pembaca,
yaitu pembaca literal, pembaca kritis, dan pembaca kreatif. Untuk meningkatkan
kemampuan membaca, setiap orang perlu menguasai ketiga tingkatan membaca itu.
Pembaca perlu melatih diri dalam meningkatkan keterampilan-keterampilan itu.
1. Kemampuan membaca literal
Yang dimaksud kemampuan membaca literal
adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera
secara tersurat (akplisit). Artinya, pembaca hanya menangkap informmasi
yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam bacaan. Informasi itu ada
dalam baris-baris bacaan ( reading the lines). Pembaca tidak menangkap makna
yang lebih dalam lagi, yaitu makna di balik baris-baris.
Ø
Ciri-ciri pembaca literal
a) Jenis kemampuan membaca yang paling rendah.
b) Ketika proses membaca berlangsung, pembaca
tidak melibatkan aspek berpikir kritis.
c) Pembaca hanya menerima apa adanya tentang
apa-apa yang dikatakan pengarang.
d) Saat berakhirnya kegiatan membaca, pembaca
hanya mengingat kembali apa yang dikatakan pengarang.
e) Pembaca bersikap pasif.
f)
Pemahaman membaca literal hanya terbatas pada aspek wacana yang tersurat.
g)
Keberhasilan membaca diukur dari kemampuan berapa banyak mengingat kembali
apa yang dikatakan pengarang, yaitu menjawab pertanyaan: apa, siapa, mengapa,
dimana, persis seperti apa kata pengarang.
Ø
Yang termasuk dalam keterampilan literal, antara lain:
a)
Keterampilan mengenal kata.
b)
Keterampilan mengenal kalimat.
c)
Keterampilan mengenal paragraf.
d)
Keterampilan mengenal unsur detail.
e)
Keterampilan mengenal unsur perbandingan.
f)
Keterampilan mengenal unsur urutan.
g)
Keterampilan mengenal unsur hubungan sebab akibat.
h)
Keterampilan menjawab pertanyaan: apa, siapa, kapan, dan dimana.
i)
Keterampilan menyatakan kembali unsur perbandingan.
j)
Keterampilan menyatakan kembali unsur urutan.
k)
Keterampilan menyatakan kembali unsur sebab akibat.
2.
Kemampuan membaca kritis
Yang dimaksud dengan kemampuan membaca kritis
adalah kemampuan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan
keseluruhan makna bahan bacaan, baik makna tersurat, maupun makna tersiratnya,
melalui tahap mengenal, memahami, menganalisis,mensintesis dan menilai.
Ø
Ciri-ciri pembaca kritis
1)
Dalam kegitan membaca sepenuhnya melibatkan kemampuan berpikir kritis.
2)
Tidak begitu saja menerima, apa yang dikatakan pengarang.
3)
Membaca kritis adalah usaha mencari kebenaran yang hakiki.
4)
Membaca kritis selalu terlibat dengan permasalahan mengenal gagasan dalam
bacaan.
5)
Membaca kritis adalah mengolah bahan bacaan, bukan mengingat (menghapal).
6)
Hasil membaca untuk diingat dan diterapkan, bukan untuk dilupakan.
Ø
Keterampilan-keterampilan dalam membaca kritis
Keterampilan-keterampilan ini berkaitan
dengan usaha menemukan makna yang tersirat dalam bacaan. Berikut ini beberapa
jenis keterampilan tersebut:
a)
Keterampilan menemukan informasi faktual.
b)
Keterampilan menemukan ide pokok yang tersirat.
c)
Keterampilan menemukan unsur urutan, unsur perbandingan, unsur sebab akibat
yang tersirat.
d)
Keterampilan menemukan suasana (mood).
e)
Keterampilan membuat kesimpulan.
f)
Keterampilan menemukan tujuan pengarang.
g)
Keterampilan memprediksi ( menduga dampak ).
h)
Keterampilan membedakan opini dan fakta.
i)
Keterampilan membedakan realitas dan fantasi.
j)
Keterampilan mengikuti petunjuk.
k)
Ketermapilan menemukan unsur propaganda.
l)
Keterampilan menilai keutuhan gagasan.
m) Keterampilan menilai kelengkapan
antargagasan.
n)
Keterampilan menilai kesesuaian antargagasan.
o)
Keterampilan menilai keruntutan gagasan.
p)
Keterampilan menilai kesesuaian antara judul dan isi bacaan.
q)
Keterampilan membuat kerangka bahan bacaan. (Nurhadi,2004: 59).
3.
Keterampilan membaca kreatif
Tingkatan tertinggi dari kemampuan membaca
seseorang adalah kemampuan membaca kreatif. Artinya, seorang pembaca yang baik,
dalam penerapannya pembaca pada tingkatan ini tidak hanya sekedar menangkap
makna tersurat (reading the lines), maka antar baris (reading between
the lines), dan makna dibalik baris (reading beyond the lines),
tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan
sehari-hari.
Ø
Ciri-ciri pembaca kreatif
a. Kegiatan membaca tidak berhenti sampai pada
saat menutup buku.
b. Mampu menerapkan hasilnya untuk kepentingan
hidup sehari-hari.
c. Munculnya perubahan sikap dan tingkah laku
setelah proses membaca selesai.
d. Hasil membaca berlaku sepanjang masa.
e. Mampu menilai secara kritis dan kreatif bahan
bacaan (buku) dan memberikan umpan balik yang berupa kritik balikan, penilaian
langsung, atau mengubahnya menjadi bentuk lain.
Ø
Keterampilan-keterampilan yang dilatihkan dalam membaca kreatif
1. Keterampilan mengikuti petunjuk dalam bacaan
kemudian menerapkannya.
2. Keterampilan membuat resensi
3. Keterampilan mengubah puisi menjadi prosa.
4. Keterampilan membuat kritik balikan dalam
bentuk essay atau artikel populer.
5. Keterampilan mementaskan naskah drama yang
telah dibaca.(Nurhadi, 2004:60).
2.4 Teori membaca
a)
Membaca
nyaring (oral reading)
Membaca nyaring
ialah suatu kegiatan membaca, yang merupakan alat bagi pembaca, bersama orang
lain, untuk menanggap isi yang berupa informasi, pikiran, dan perasaan seorang
pengarang. Dengan kata lain, membaca nyaring adalah: proses melisankan dengan
menggunakan suara, intonasi, tekanan secara tepat, serta pemahaman makna bacaan
oleh pembaca.
a)
Membaca
dalam hati
Membaca dalam hati
ialah kegiatan membaca yang hanya menghandalkan kemampuan fisual , pemahaman,
serta ingatan dalam menghadapi bacaan tanpa mengeluarkan suara/menggerak -
gerakkan bibir.
b)
Membaca
telaah isi
Membaca telaah
isi ialah membaca yang dilakukan untuk menelaah isi bacaan. Membaca
teliti/pemahaman ialah: kegiatan membaca yang bertujuan untuk memperoleh
pengertian/memahami bahan bacaan secara cepat dan tepat.
c)
Membaca
kritis
Membaca kritis
ialah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam efektif,
analisis, dan bukan ingin mencari kesalahan penulis. Dalam membaca kritis
diperlukan kemampuan berfikir bersikap kritis dalam mengolah bahan bacaan.
d) Membaca cepat
Membaca cepat ialah
kegiatan membaca yang dilakukan secara cepat, disertai dengan pemahaman
terhadap isi bacaan. Kecepatan membaca bias disebut kemampuan membaca.
BAB
III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
a.
Pengertian Membaca
Menurut Crawley dan Mountain (dalam Farida
Rahim; 2008:2) membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan
banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan
aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses
visual membaca merupakan proses menerjemahkan kata (huruf) kedalam kata-kata
lisan.
b.
Tujuan membaca mencakup:
a.
Kesenangan
b.
Menyempurnakan membaca nyaring.
c.
Menggunakan strategi tertentu.
d.
Memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik.
e.
Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya.
f.
Memperoleh informasi untuk laporan lisan
atau tertulis.
g.
Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi.
h.
Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikanin formasi yang diperoleh
dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks.
i.
Menjawab pertanyaan- pertanyaan yang
spesifik.
c.
Teori membaca
a.
Membaca dalam hati
b.
Membaca telaah isi
c.
Membaca kritis
d.
Membaca cepat
e.
Membaca nyaring
DAFTAR PUSTAKA
Farida,Rahim. 2008. Pengajaran Membaca di
Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Guntur Tarigan, Henry. 2008. Membaca Sebagai
Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung: Penerbit Angkasa Bandung.
Nurhadi, 2004, Bagaimana Meningkatkan
Kemampuan Membaca.Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar